Skripsi Ekonomi - E 231

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI UPAH DAN KONDISI KERJA TERHADAP
PRODUKTIVITAS KARYAWAN : STUDI PADA PT. PANCA BINTANG TUNGGAL 
SEJAHTERA DI SUKOHARJO


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia diakui sebagai sumber daya organisasi vital dan sentral di mesa yang akan datang. Sumber daya manusia senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi apa, pun sebagai faktor penentu keberadoan dan peranannya dalam memberikan kontribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif
Organisasi ada, di tengah-tengah masyarakat dan diciptakan oleh masyarakat. Di dalam suatu masyarakat banyak faktor yang mempengaruhi organisasi, dan manajemen harus bersikap tanggap terhadap faktor-faktor itu. Setiap organisasi harus tanggap terhadap: kebutuhan para pelanggan atau kliennya, kendali hukuman dan politis, serta perubahan ekonomi, teknologi dan pembangunan. Model tersebut mencerminkan kekuatan-kekuatan lingkungan yang berinteraksi di dalam organisasi.
Di tengah kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti sekarang ini, faktor efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan perusahaan merupakan hal yang mutlak diperlukan. Dengan adanya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan perusahaan maka usaha untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi dengan sumber daya yang terbatas akan dapat diwujudkan.
Untuk dapat mencapai produktivitas yang tinggi dari suatu perusahaan, maka faktor produktivitas kerja karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha untuk mewujudkan hal tersebut. Karena itu perhatian. terhadap produktivitas kerja karyawan perlu dilakukan agar perusahaan dapat mencapai produktivitas yang tinggi. Untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan maka seorang pimpinan perusahaan harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja seorang karyawan.
Berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan tersebut, Sinungan (2000 : 64) berpendapat bahwa :
“Terdapat dua kelompok syarat bagi produktivitas perorangan yang tinggi. Pertama: meliputi tingkat pendidikan dan keahlian, jenis teknologi dan hasil produksi, kondisi kerja, kesehatan, serta kemampuan fisik dan mental. Kedua: meliputi sikap terhadap tugas maupun teman sejawat dan pengawas, keaneka ragam tugas, sistem upah dan bonus, kepuasan kerja, keamanan kerja, kepastian pekedaan, serta perspektif dari ambisi dan promosi.”
Terdapat kesepakatan antara para ahli ilmu keperilakuan dan para manajer bahwa imbalan ekstrinsik dan intrinsik dapat digunakan untuk memotivasi prestasi kerja. Juga jelas dipahami bahwa kondisi tertentu harus ada jika imbalan dimaksudkan untuk memotivasi prestasi kerja yang baik; yaitu imbalan harus dinilai oleh orang yang bersangkutan dan imbalan harus berkaitan dengan tingkat prestasi kerja yang akan dimotivasi.
Pembuat kebijakan dan pengamat finansial menyebutkan bahwa tekanan upah dan produktivitas memiliki faktor utama dalam menjelaskan inflasi. Peningkatan dalam produktivitas karyawan diasosiasikan dengan kurang lebih suatu kesatuan peningkatan dalam upah riil ( Strauss, 2001). Dalam hasil penelitiannya menyarankan bahwa suatu kestabilan, adanya hubungan jangka panjang antara harga dan upah ditentukan produktivitas sebaik seperti upah riil dan produktivitas untuk kebanyakan, tapi tidak semua industri. Dalam penerpuannya menyimpulkan bahwa upah adalah reaktif, bukan pro aktif pada inflasi. Dalam waktu yang sama pergerakan produktivitas mempengaruhi upah riil, yang konsisten dengan pasar buruh yang efisien.
Apa keuntungan dari peningkatan produktivitas? Dengan peningkatan produktivitas nasional (makro) maka kemampuan bersaing meningkat khususnya dalam perdagangan internasional yang menambah pendapatan negara, meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Di tingkat perusahaan (mikro), dengan peningkatan produktivitas perusahaan akan memperkuat daya saing perusahaan karena dapat memproduksi dengan biaya yang lebih rendah dan mutu produksi lebih baik, menunjang kelestarian dan perkembangan perusahaan, menunjang terwujudnya hubungan industrial yang lebih balk dan mendorong terciptanya perluasan lapangan kerja. Di tingkat individu akan meningkatkan pendapatan, meningkatkan harkat dan martabat serta pengakuan potensi individu serta meningkatkan motivasi keda dan keinginan berprestasi.
Para manajer perlu mengetahui bahwa karyawan mereka bereaksi terhadap persepsi, bukan terhadap kenyataan. Jadi, apakah penghargaan manajer terhadap seorang karyawan sesungguhnya objektif dan tidak bisa atau apakah tingkatan upah organisasi sesungguhnya satu di antara yang tertinggi dalam industri dianggap kurang relevan dengan apa yang karyawan rasakan (Robbins, 2002 : 52).
Perolehan seperti upah, promosi, teguran, atau pekerjaan yang lebih balk mempunyai nilai yang berbecia bagi orang yang berbeda. Hal ini terjadi karena setup orang mempunyai kebutuhan dan persepsi yang berbeda. Jadi, dalam mempertimbangkan imbalan mans yang akan dipakai, seorang manajer harus aril mempertimbangkan perbedaan individual. Jika imbalan yang bernilai digunakan untuk memotivasi, karyawan akan mengerahkan upaya untuk mencapai tingkat prestasi yang tinggi.
Pada umumnya diketahui bahwa isyu proses, pemberian imbalan tertentu harus dibahas jika ingin mencapai sasaran. Yaitu, harus, ada imbalan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, orang membandingkan antara imbalan yang mereka terima dan imbalan yang diterima orang lain dan perbedaan individual dalam pilihan jenis imbalan merupakan masalah yang penting dipertimbangkan.
Di dalam dunia usaha, pengupahan merupakan hal yang sewajarnya sebagai bentuk kompensasi atas kontribusi yang diberikan karyawan kepada. perusahaan. Jadi ketlka perusahaan merekrut karyawan yang diharapkan adalah karyawan dapat menjalankan serangkaian pekerjannya untuk menghasilkan barang atau jasa yang mendukung kegiatan usaha sehingga menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Keuntungan yang didapat tersebut salah satunya digunakan perusahaan untuk membenikan kompensasi berupa upah kepada karyawan. Jadi keberadaan karyawan dalam suatu perusahaan adalah dalam kerangka bisnis kemitraan dan bukan kerangka kegiatan sosial.
Pemberian upah dari perusahaan kepada karyawan adalah bagian dari cara pengeJolaan karyawan untuk meningkatkan kepuasan karyawan. Pemberian upah sangat penting untuk memotivasi seseorang karyawan untuk bekerja dan mencapai produktivitas tinggi, karyawan yang menerima upah sesuai atau layak mereka bekeda lebih tenang karena sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Upah yang layak dan sesuai dengan kemampuan kerja mereka adalah wujud penghargaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas kerja mereka sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Oleh karena itu, bila suatu perusahaan ingin maju dan sukses maka perusahaan hares dapat bekerja sama dengan para karyawannya. Bila faktor­faktor yang mendukung produktivitas kerja terpenuhi, maka karyawan akan mencapai produktivitas kerja yang baik sehingga produktivitas kerja karyawan dapat ditingkatkan.
Dari penelitian sebelumnya yang dibuat oleh Agny Rustikasari (2002), setiap perusahaan tentunya menginginkan adanya kemajuan dalam usahanya atau dengan kata lain menginginkan produktivitasnya meningkat. Peningkatan produktivitas tidak hanya tergantung pada penggunaan mesin yang serba modern, modal yang besar, dan bahan bake yang banyak, tetapi juga tergantung pada tenaga kerjanya. Tenaga kerja yang dalam hal ini adalah karyawan merupakan salah satu bagian dari perusahaan dan aset penting yang harus dipelihara demi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, seorang pimpinan perusahaan harus selalu memperhatikan nasib karyawan dengan menciptakan usaha-usaha guna mendorong para karyawan untuk selalu.bersedia bekerjasama sehingga tujuan bersama dapat tercapai. Maka penulis ingin mereplikasi dengan judul : ANALISIS PENGARUH PERSEPSI UPAH DAN KONDISI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN : STUDI PADA PT. PANCA BINTANG TUNGGAL SEJAHTERA DI SUKOHARJO.

B.     Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah:
1.      Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kondisi kerja dengan produktivitas kerja karyawan?
2.      Apakah ada pengaruh yang signifikan antara persepsi upah dengan produktivitas kerja karyawan?
3.      Apakah persepsi upah dan kondisi kerja secara bersama-swna mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan?

C.    Tujuan Penelitian
Sebagaimana layaknya suatu penelitian yang dilakukan pasti mempunyai tujuan tertentu, demikian pula dalam penelitian ini tujuan yang diharapkan akan dapat dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengaruh antara kondisi kerja dengan produktivitas kerja karyawan.
2.      Untuk mengetahui pengaruh antara persepsi upah dengan produktivitas kerja karyawan.
3.     Untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh lebih signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.

D.    Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat :
  1. Bagi Perusahaan
Dapat memberikan masukan tentang masalah upah, kondisi kerja yang dapat begengaruh pada produktivitas kerja karyawan.
  1. Bagi Kalangan Akademis
Dapat menjadi fondasi untuk pengembangan penelitian-penelitian selanjutnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persepsi upah, kondisi keda serta produktivitas.


 Untuk kelengkapan Data/File, Hubungi 081567694016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar